Jumat, 15 November 2013

konfigurasi DNS server debian lenny

Teori DNS
DNS (Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah
sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis
data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS
menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail
exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain. DNS menyediakan
servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja
dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia
pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah
penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.
Sejarah singkat DNS
Penggunaan nama sebagai pengabstraksi alamat mesin di sebuah jaringan komputer yang
lebih dikenal oleh manusia mengalahkan TCP/IP, dan kembali ke zaman ARPAnet. Dahulu, setiap
komputer di jaringan komputer menggunakan file HOSTS.TXT dari SRI (sekarang SIR
International), yang memetakan sebuah alamat ke sebuah nama (secara teknis, file ini masih ada
- sebagian besa sistem operasi modern menggunakannya baik secara baku maupun melalui
konfigurasi, dapat melihat Hosts file untuk menyamakan sebuah nama host menjadi sebuah alamat
IP sebelum melakukan pencarian via DNS). Namun, sistem tersebut diatas mewarisi beberapa
keterbatasan yang mencolok dari sisi prasyarat, setiap saat sebuah alamat komputer berubah, setiap
sistem yang hendak berhubungan dengan komputer tersebut harus melakukan update terhadap file
Hosts.
Dengan berkembangnya jaringan komputer, membutuhkan sistem yang bisa dikembangkan: sebuah
sistem yang bisa mengganti alamat host hanya di satu tempat, host lain akan mempelajari perubaha
tersebut secara dinamis. Inilah DNS. Paul Mockapetris menemukan DNS di tahun 1983; spesifikasi asli
muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update
terhadap spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa RFC
terkini telah memproposikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS.


SAMBUNG KAPAN KAPAN YA BELUM END SABAR DALAM PENULISAN HHHH!!!!

pengenalan jaringan komputer

Pengertian Jaringan Komputer. Jaringan Komputer merupakan kumpulan dari komputer, perangkat komputer (baik software maupun hardware) serta perangkat lainnya yang saling terhubung satu sama lain. Dalam sebuah jaringan memungkinkan sebuah komputer dapat berinteraksi atau berkomunikasi dengan komputer lainnya, dan juga memungkinkan adanya interaksi antara komputer dengan perangkat yang ada di jaringan komputer tersebut.

Secara sederhana Jaringan Komputer mempunyai gambaran seperti berikut ini. Dua buah komputer atau lebih yang masing-masing memiliki Kartu Jaringan (NIC=Network Interface Card), kemudian dihubungkan dengan menggunakan kabel atau nirkabel sebagai media transmisi data. Dalam jaringan tersebut terdapat sebuah perangkat lunak (software) sistem operasi jaringan yang dapat menghubungkan komputer-komputer tersebut. Rangkaian sederhana seperti di atas sudah bisa dikatakan sebagai sebuah jaringan komputer, tentunya sebuah jaringan komputer yang sederhana. Setiap komputer atau perangkat jaringan yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
 
Dengan adanya jaringan komputer ini banyak keuntungan yang akan kita dapatkan, contohnya pertukaran data antar komputer atau perangkat dalam sebuah jaringan, sharing perangkat, sharing program, dan lain sebagainya. Selain beberapa contoh di atas tentu masih banyak lagi kegunaan dari sebuah jaringan komputer. Untuk pembahasan lengkapnya akan kita bahas dalam pertemuan berikutnya. Semoga artikel singkat tentang pengertian jaringan komputer ini bermanfaat buat Anda.